Minggu, 3 Mei 2026
PENANGGALAN LITURGI TAHUN A / II
PEKAN V PASKAH
Warna Liturgi : Putih ⬜️
• St. Filipus dan Yakobus Muda, Rasul
(klik Santo/a, Beato/a, untuk melihat kisah singkatnya)
(klik bacaan, untuk melihat isi bacaan Kitab Suci)
Renungan :
Ditengah dunia yang terus berlomba, di mana identitas sering ditentukan oleh apa yang kita miliki atau capai, mudah sekali bagi kita untuk melupakan jati diri kita yang sejati. Sebab itu, hari ini, Rasul Petrus mengingatkan kita tentang siapa diri kita sebenarnya, bukan berdasarkan apa kata orang, melainkan berdasarkan apa kata Allah, "Kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan perbuatan yang besar dari Dia yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib." Sekalipun mungkin kita bukan siapa-siapa menurut dunia, di mata Allah kita sangat berharga.
Namun, menjadi umat pilihan Allah bukan berarti jalan yang kita lalui akan selalu mudah dan mulus. Justru sebaliknya, panggilan sebagai milik Allah membawa kita ke jalur yang menantang. Kita tetap bisa merasa gelisah, bingung, bahkan takut — seperti yang dialami oleh para murid Yesus saat mengetahui bahwa Sang Guru akan segera pergi meninggalkan mereka. Mereka tidak tahu harus melangkah ke mana, apa yang akan terjadi, atau bagaimana harus bertahan tanpa kehadiran-Nya secara fisik. Akan tetapi Yesus, dalam kelembutan-Nya, tidak membiarkan mereka tenggelam dalam kekhawatiran. la menenangkan mereka bukan dengan janji akan kenyamanan, melainkan dengan kehadiran-Nya, "Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku." Kata-kata ini bukan sekadar penghiburan, melainkan undangan untuk memercayakan dan menyerahkan seluruh hidup kita kepada-Nya. Sebab iman bukan berarti mengetahui semua jawaban. Sebaliknya, iman berarti berani melangkah bersama Dia yang tidak pernah meninggalkan kita. Berani melangkah dalam ketidakpastian sebab kita yakin dan percaya, dalam Yesus Kristus selalu ada kepastian. la senantiasa setia menuntun dan menopang kita; senantiasa setia berjalan bersama kita menuju rumah Bapa, menuju sukacita surgawi yang telah dijanjikan-Nya.
DOA :
Ya Tuhan, biarlah kami hidup seturut identitas kami sebagai umat-Mu, dan percaya bahwa Engkaulah jalan, kebenaran, dan hidup. Amin.
Sumber :
BUKU ZIARAH BATIN 2026
Komentar
Posting Komentar