Kamis, 2 April 2026

PENANGGALAN LITURGI TAHUN A / II
KAMIS PUTIH
Warna Liturgi : Putih ⬜️
(klik Santo/a, Beato/a, untuk melihat kisah singkatnya)

(klik bacaan, untuk melihat isi bacaan Kitab Suci)

Renungan :
Dalam kultur suku Batak, Sumatera Utara, seorang tamu yang dihormati akan menerima ulos dari para tetua adat di situ. Telisik punya telisik, ini bukan hanya sekadar menyambut tamu, tetapi lebih dari itu — ungkapan kasih sayang dan sambutan bagi tamu agar merasakan kehangatan sebagai keluarga di tanah Batak. Ulos sendiri sebenarnya bermakna selimut, yang memberikan kehangatan sebagai salah satu unsur penting dalam kehidupan orang Batak, selain api dan matahari yang juga memberikan kehangatan.

Merenungkan bacaan-bacaan pada Kamis Putih yang mengawali Tri Hari Suci ini, kehangatan itu hadir dari kasih Yesus yang begitu besar kepada kita: mulai dari perjamuan dengan kata-kata institusi pemberian tubuh dan darah-Nya, yang kemudian kita rayakan sampai hari ini dalam Ekaristi, dan peristiwa pembasuhan kaki yang sangat melegenda. Kasih Yesus melingkupi komunitas para murid, menghangatkan dan membuat mereka merasakan bahwa komunitas ini adalah komunitas yang satu dalam kasih.

Menariknya, Petrus sempat menolak untuk dibasuh. Baginya, tidak patut seorang guru dan tuan merendahkan diri dengan membasuh kaki para murid. Namun, Yesus berkata, "Jikalau Aku tidak membasuh engkau, engkau tidak akan mendapat bagian bersama Aku." Dalam bahasa Yunani, mendapat bagian adalah mepos, terpisah sendirian, tidak menjadi bagian dari keseluruhan. Hanya orang-orang yang telah merasakan kehangatan kasih Tuhan yang dapat sungguh mewartakan kasih itu kepada sesama.

Semoga perayaan Kamis Putih ini mengingatkan kita kembali pada kehangatan kasih Tuhan yang telah menyatukan, melingkupi, dan mendorong kita untuk mewartakan kehangatan kasih kepada semakin banyak orang, seperti halnya nama Kamis Putih sendiri: Maundy Thursday. Kamis yang berisi mandat (mandatum, perintah) untuk saling mengasihi; menjadi satu bagian dalam Kristus dan kemanusiaan, tidak ada yang terabaikan.

DOA :
Ya Yesus, kami bersyukur karena Engkau telah mengasihi kami dan menjadi teladan kami dalam mengasihi sesama. Mampukanlah kami untuk saling melayani, mulai dari keluarga dan komunitas kami masing-masing. Amin.

Sumber :
BUKU ZIARAH BATIN 2026

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rabu, 5 Maret 2025

Jumat, 3 Januari 2025

Sabtu, 15 November 2025