Minggu, 12 Oktober 2025

PENANGGALAN LITURGI TAHUN C / I
PEKAN BIASA XXVIII
Warna Liturgi : Hijau 🟩
• St. Serafinus dari Montegranaro
• Maria Teresa Fasce
(klik Santo/a,Beato/a untuk melihat kisah singkatnya)

(klik bacaan, untuk melihat isi bacaan Kitab Suci)

Renungan :
Bagi orang-orang Israel, sakit tidak hanya berkaitan dengan fisik, tetapi juga sosial dan keimanan. Sakit tertentu, seperti sakit kulit yang menajiskan atau kusta, dianggap sebagai akibat dosa terhadap Tuhan sehingga para penderita dianggap najis, tidak diperbolehkan dekat dengan orang-orang normal, tidak boleh mengikuti ibadat di Bait Allah. Orang-orang ini tidak hanya mengalami penderitaan secara fisik, tetapi juga penderitaan secara psikologis karena mereka dikucilkan dari pergaulan. Kesepuluh orang sakit kulit menajiskan yang dikisahkan dalam Injil hari ini memohon untuk disembuhkan oleh Yesus. Dalam keterpurukan hidup, mereka berjuang untuk bertemu Tuhan meskipun hanya dari kejauhan. Mereka mengimani bahwa Yesus akan mengabulkan permohonan mereka. Mereka pun sembùh. Pelajaran pertama dari kisah ini adalah rahmat dan berkat Tuhan harus ditanggapi dengan iman yang terungkap dalam doa dan usaha. Allah mengasihi kita dan memerhatikan keluh-kesah umat-Nya dengan berkat yang melimpah. Namun, kita perlu dan harus menanggapinya dengan iman, dengan hati yang percaya dan berserah.

Hal kedua yang menarik dari kisah ini adalah cara Yesus menyembuhkan mereka, "Pergilah, perlihatkan dirimu kepada imam-imam," kata Tuhan Yesus kepada mereka. Orang-orang itu menuruti apa yang dikatakan Yesus dan mereka pun sembuh. Di balik perintah Yesus itu, ada penyembuhan dan pemulihan yang menyeluruh terhadap sakit dan penderitaan. Kesepuluh orang sakit kulit yang menjaniskan itu tidak hanya sembuh dan pulih secara fisik, tetapi juga sembuh dan pulih secara psikologis dan sosial. Harkat dan martabat mereka kembali diangkat ketika mereka boleh memperlihatkan diri kepada imam-imam, mengikuti ibadah, dan bergaul secara normal dengan sesama. Akhirnya, kisah tentang sepuluh orang sakit kulit yang menajiskan itu mengajarkan kepada kita sudut pandang Kristiani tentang karya penyembuhan. Perhatian dan karya kesehatan mengantar orang sakit pada kesadaran akan Tuhan Yang Maha Kasih dan penyembuh utama. Hal ini mendorong kita untuk bersyukur atas keadaan diri yang dipulihkan sebagaimana satu dari kesepuluh orang sakit kulit yang menajiskan itu, kembali kepada Tuhan Yesus untuk mengucap syukur dan memohon berkat. Senantiasa mengucap syukur dan memohon berkat merupakan ciri dan tanda orang yang rendah hati di hadapan Allah dan sesama. Hal tersebut menyenangkan hati Allah serta membahagiakan diri sendiri dan sesama.

DOA :
Allah Yang Maha Kasih, kami percaya akan rahmat-Mu yang berlimpah dalam hidup kami. Sembuhkan dan pulihkan mereka yang sedang menderita sakit. Amin.

Sumber :
BUKU ZIARAH BATIN 2025

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rabu, 5 Maret 2025

Jumat, 3 Januari 2025

Sabtu, 15 November 2025