Selasa, 2 September 2025

PENANGGALAN LITURGI TAHUN C / I
PEKAN BIASA XXII
Warna Liturgi : Hijau 🟩
• B. Ludovikus Yosef Francois
• Yohanes Gruyer dan Petrus Renatua Raque, Pengaku Iman dan Martir
(klik Santo/a, Beato/a untuk melihat kisah singkatnya)

(klik bacaan, untuk melihat isi bacaan Kitab Suci)

Renungan :
Injil Lukas mengisahkan orang yang kerasukan setan secara unik. Pertama, kerasukan setan itu terjadi di rumah ibadat dan pada hari Sabat. Kita dapat bertanya bagaimana di tempat yang suci, tempat orang berdoa, mendengarkan firman dan menyembah Tuhan, masih ada kuasa setan di sana? Bukankah tempat ibadat adalah tempat yang paling aman karena Tuhan hadir di sana? Bukakah pada hari Sabat adalah hari yang dikuduskan untuk Allah? Tampaknya, kisah ini mau menunjukkan bahwa setan tidak hanya hadir di tempat-tempat yang angker, tetapi juga bisa hadir dan menunjukkan dirinya dalam rumah ibadat; tidak hanya pada malam Jumat Kliwon (menurut perhitungan orang Jawa), tetapi juga pada hari Sabat.

Kedua, mengapa bisa memanifestasikan diri? Kejadian seperti ini kadang kita jumpai ketika kita sedang mengikuti retret. Firman Tuhan mengusik hati orang dan kuasa kegelapan tidak tahan, lalu mengungkapkan dirinya. Dalam kondisi wajar, tampaknya kita baik-baik saja ketika kita berbuat dosa. Namun, begitu Sabda Tuhan bergema di hati kita, Sabda Tuhan itu membersihkan hati dan pikiran kita dari kuasa kegelapan.

Ketiga, kita disadarkan bahwa ternyata setan juga mengenal Yesus sebagai  "Yang Kudus dari Allah". Sementara orang-orang yang di sekitar itu mungkin hanya mengenal Yesus sebagai orang Nazaret. Perbedaan mendasar antara setan dan kita adalah bahwa setan mengenal Yesus, tetapi tidak beriman kepada-Nya. Sementara kita dalam proses untuk terus mengenal Dia dan mengimani-Nya sebagai Guru dan Tuhan.

Di balik ketiga keunikan ini, yang terpenting adalah Yesus tidak membiarkan setan berbicara dan mengusirnya dari diri orang ini. Tuhan menggunakan kuasa untuk mengusir setan dan membersihkan orang dari kuasanya. Kuasa Tuhan mengatasi segala tempat suci dan hari suci. Artinya, Yesuslah tempat di mana kuasa kegelapan tidak berkuasa dan kuasa setan dikalahkan.

DOA :
Ya Bapa, semoga kami dikuatkan dalam melawan pengaruh dan kuasa kegelapan yang menyerang kehidupan kami saat ini. Amin.

Sumber :
BUKU ZIARAH BATIN 2025

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rabu, 5 Maret 2025

Jumat, 3 Januari 2025

Sabtu, 15 November 2025