Minggu, 31 Agustus 2025

PENANGGALAN LITURGI TAHUN C / I
PEKAN BIASA XXII
Warna Liturgi : Hijau 🟩
• Andreas dari Borgo Sansepolcro, Biarawan
(klik Santo/a, Beato/a untuk melihat kisah singkatnya)

(klik bacaan, untuk melihat isi bacaan Kitab Suci)

Renungan :
Perumpamaan Yesus tentang para tamu yang diundang ke pesta perkawinan berbicara tentang mencari kehormatan dan kedudukan. Dengan perumpamaan ini, Yesus hendak mengajarkan supaya orang "tau diri", dan pertama-tama menempatkan diri pada posisi yang rendah. Sebab apabila kita lebih dahulu memosisikan diri sebagai orang terhormat, penting, dan memiliki status tinggi, padahal ada yang lebih tinggi dari status dan kedudukan kita, kita sendiri yang akan malu.

Di dunia dewasa ini, hampir setiap orang berlomba-lomba untuk mendapatkan ketenaran, kekayaan, kekuasaan, dan status sosial. Mereka yang telah mencapai salah satu dari "pencapaian" ini biasanya dijunjung tinggi. Namun, Yesus membalikkan pemikiran ini. Dia menasihatkan agar kita pertama-tama memilih tempat yang lebih rendah daripada tempat yang lebih tinggi. Dengan demikian, kita tidak akan pernah merasa malu jika kita diminta untuk pindah ke tempat yang lebih rendah. Dan mungkin saja pada saatnya kita justru akan diundang untuk menempati tempat yang lebih tinggi.

Di dunia yang dibanjiri dengan media sosial, upaya untuk mencari ketenaran, pengakuan, dan popularitas semakin merajalela. Namun, ada banyak orang yang menjalani hidup mereka dengan tenang dan sederhana. Mereka puas dengan Tuhan, keluarga, teman, dan gaya hidup yang sederhana. Ketenaran mungkin terlihat glamor. Namun, hampir setiap hari di koran, televisi, atau website, kita membaca dan mendengar kisah-kisah tentang bagaimana mereka yang terkenal dan glamor telah jatuh atau difitnah, dan sering kali itu disebabkan oleh kesalahan mereka sendiri.

Yesus mengajak kita untuk senantiasa bersyukur dan mensyukuri apa yang tampaknya "rendah, sederhana, dan terkecil". Sering kali dalam anugerah-anugerah yang kecil, sederhana, dan tampaknya tidak penting dalam kehidupan kita sehari-hari, kita dapat mengalami kasih, sukacita, kedamaian, kegembiraan, dan kepuasan hidup yang terbesar. Apakah kita sudah mampu merasakan kebahagiaan dan kedamaian ketika kita tidak menjadi populer, tidak memiliki posisi tinggi, dan tidak memperoleh pengakuan di mana-mana? Apakah kita lebih memfokuskan diri pada pelayanan terhadap Allah dan sesama daripada mengejar status dan pengakuan yang tinggi?

DOA :
Tuhan, bebaskanlah kami dari tirani keegoisan, ketakutan, dan kesombongan. Tolonglah kami untuk menjadi rendah hati seperti Engkau rendah hati dan mengasihi dengan bebas dan murah hati semua orang yang Engkau panggil untuk kami layani. Amin.

Sumber :
BUKU ZIARAH BATIN 2025

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rabu, 5 Maret 2025

Jumat, 3 Januari 2025

Sabtu, 15 November 2025