Minggu, 13 April 2025

PENANGGALAN LITURGI TAHUN C / I
PEKAN SUCI
Warna Liturgi : Merah
HARI MINGGU PALMA
MENGENANGKAN SENGSARA TUHAN
(klik Santo/a, Beato/a untuk melihat kisah singkatnya)

Bacaan INJIL :
                   Lukas 22:14 - 23:56 (panjang)
                                   atau
                   Lukas 23 : 1-49 (singkat)
(klik bacaan, untuk melihat isi bacaan Kitab Suci)

Renungan :
Hari ini kita mengenang peristiwa Yesus masuk ke Yerusalem. Dia disambut dengan sorak-sorai. Sukacita yang keluar dari mulut orang-orang Yerusalem tak lama berselang akan berganti dengan hujatan.

Di jalan salib Yesus, kita menemukan aneka wajah manusia. Ada komunitas para rasul yang sangat dekat dengan Yesus. Ada murid-murid yang pernah bersama Yesus, bahkan pernah diutus. Para rasul dan murid-murid ini tinggal  bersama Yesus, mendengar ajaran-ajaran-Nya dan menyaksikan mukjizat-mukjizat-Nya. Ada orang banyak, yang mungkin hanya mendengar nama Yesus atau pernah melihat perbuatan-perbuatan ajaib-Nya. Mereka berkumpul menyambut-Nya dengan penuh sukacita.

Sukacita menyambut Yesus segera berganti dengan tragedi. Disambut dengan puja-puji namun kemudian dihujat dan dicaci. Dari mulut yang sama bisa keluar kata-kata pujian yang menghanyutkan, juga umpatan dan caci maki. Di sisi lain, Yesus menunjukkan teladan paripurna:  mencintai tanpa batas sampai akhir. Yesus tahu risiko terbesar dari keputusan-Nya untuk masuk Yerusalem, yaitu kematian. Namun, Yesus menghadapi-Nya dengan setia. Teladan kesetiaan sempurna, menjalani sengsara di jalan salib sampai wafat di salib.

Berkaca pada peristiwa Yesus masuk Yerusalem, kita melihat cermin besar di hadapan kita: Siapa kita di jalan salib Yesus?  Mungkin kita para rasul yang dekat dengan Yesus, ikut menikmati penyambutan dengan mulia di jalan. Namun, tidak cukup berani untuk menunjukkan diri karena takut akan risiko yang akan menimpa. Atau kita seperti orang banyak, yang begitu mudah berubah. Sebelumnya memuja, lalu ikut mencela. Atau barangkali kita seperti Simon dari Kirene. Orang biasa yang tanpa tahu apa-apa ikut meringankan beban Yesus. Jalan Salib adalah etalase besar wajah manusia. Wajah kita salah satunya.

DOA :
Tuhan Yesus, Engkau rela menderita dan wafat untuk menebus dosa-dosa kami. Kasihanilah kami, ya Tuhan, kasihanilah kami orang berdosa ini. Amin.

Sumber :
BUKU ZIARAH BATIN 2025

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rabu, 5 Maret 2025

Jumat, 3 Januari 2025

Sabtu, 15 November 2025