Minggu, 2 Februari 2025

PENANGGALAN LITURGI TAHUN C / I
PEKAN BIASA IV
Warna Liturgi : Putih
(klik Santo/a, Beato/a, untuk melihat kisah singkatnya)

(klik bacaan, untuk melihat isi bacaan Kitab Suci)

Renungan :
Ada orang-orang di luar Komunitas Katolik yang kagum dengan cara hidup para pastor dan biarawan-biarawati. Mereka mengungkapkan kekaguman dengan mengatakan, "di luar manusiawi, mereka bisa mempersembahkan hidup secara totalitas untuk Tuhan." Hal ini dihidupi karena terpesona akan kehadiran dan cinta Tuhan Yesus kepada manusia. Cinta-Nya yang dipersembahkan untuk menyelamatkan dunia.

Dalam bacaan pertama dari Kitab Maleakhi dinubuatkan, "Tuhan yang kamu cari itu akan masuk ke bait-Nya!" Tuhan hadir ke Bait Allah untuk memurnikan dan menyucikan. Menyucikan para imamnya seperti menyucikan emas dan perak agar para imam menjadi orang-orang yang mempersembahkan kurban yang benar kepada Tuhan. Mempersembahkan yang terbaik kepada Tuhan. Tuhan hadir dan masuk untuk membersihkan dan menyucikan.

Nubuat Maleakhi ini mendapatkan penggenapannya pada pesta yang kita rayakan hari ini yaitu Pesta Tuhan Yesus dipersembahkan di Bait Allah. Kehadiran Tuhan yang memurnikan dan menyucikan disambut sukacita oleh dua pribadi yang sudah lama menanti-Nya. Simeon, seorang yang benar, saleh, Roh Kudus ada di atasnya dan Hana seorang nabiah, ia tidak pernah meninggalkan bait Allah, siang malam beribadah dengan berpuasa dan berdoa. Orang-orang saleh ini menerima Tuhan dengan sukacita karena waktunya sudah tergenapi. Mesias hadir untuk memurnikan, menyucikan, dan membebaskan. Orang-orang saleh ini berada dalam kedamaian dan sukacita. Bahkan Simeon mengatakan, "Sekarang, Tuhan, biarkanlah hamba-Mu ini pergi dalam damai sesuai dengan firman-Mu." Simeon dan Hana sudah berjumpa dengan apa yang sudah lama mereka nantikan dan rindukan, yaitu Mesias.

Pada pesta ini, kita semua diajak mengalami Tuhan yang hadir, memurnikan, memperbarui, dan memberi pembebasan. Membalas cinta Tuhan yang hadir juga dengan selalu memperbarui diri dan keluarga. Mari kita meneladan keluarga kudus di Nazareth bersama Santo Yosep dan Bunda Maria. Mereka adalah keluarga yang saleh, yang selalu mendengar dan melaksanakan sabda Allah sehingga mereka mempersembahkan yang terbaik bagi Allah, yaitu Putra-Nya yang sulung. Sulung artinya yang pertama, utama, dan berharga. Selain itu, menjadi pribadi dan keluarga yang taat dalam hidup menggereja dan bermasyarakat seperti keluarga kudus Nazareth yang taat menjalankan apa yang tertulis dalam Taurat Musa. Menjadi taat, saleh dan mempersembahkan diri yang terbaik bagi Allah itulah kehadiran Tuhan yang memperbarui, menyucikan kita dan keluarga kita.

DOA :
Allah Yang Maha Baik, Engkau mengutus Putra-Mu ke dunia untuk membebaskan kami dari berbagai belenggu kehidupan. Semoga kami setia dan taat mengikuti jalan yang Ia tunjukkan kepada kami agar kami beroleh damai sejahtera dalam nama-Mu. Amin.

Sumber :
BUKU ZIARAH BATIN 2025

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rabu, 5 Maret 2025

Jumat, 3 Januari 2025

Sabtu, 15 November 2025